Cerita Alkitab Anak-Anak: Bahtera Nuh

By Published On: 27 de Juni de 2023Categories: Cerita Alkitab untuk Anak-anak

Ayat Alkitab : Kejadian 7:1 – “Lalu Tuhan berfirman kepada Nuh, Masuklah kamu dan seisi rumahmu ke dalam bahtera, karena Aku telah melihat bahwa kamu benar di hadapan-Ku pada generasi ini.”

Kisah Alkitab: Bahtera Nuh

Alkitab berbicara tentang seorang pria bernama Nuh, yang sangat istimewa di mata Tuhan. Nuh adalah orang yang saleh dan taat kepada Tuhan di tengah generasi yang telah menyimpang dari jalan Tuhan. Tuhan memandang Nuh dan memutuskan untuk menyelamatkan umat manusia melalui dia.

Tuhan mengungkapkan kepada Nuh bahwa dia akan mengirimkan banjir besar ke Bumi untuk menghancurkan semua yang jahat. Namun, dia menginstruksikan Nuh untuk membangun bahtera, sebuah kapal besar yang terbuat dari kayu, agar dia dan keluarganya dapat diselamatkan, bersama dengan pilihan binatang dari segala jenis.

Nuh menaati Tuhan dan mulai membangun bahtera seperti yang diperintahkan Tuhan. Dengan setiap pukulan palu dan setiap paku, Nuh percaya bahwa Tuhan menyertainya, membimbing dan melindunginya. Saat dia membangun bahtera, orang-orang di sekitarnya mengejek dan menertawakan Nuh, mengira dia gila. Namun Nuh tetap teguh dalam imannya, percaya bahwa Tuhan akan menepati janjinya.

Ketika bahtera akhirnya siap, Nuh dan keluarganya memasukinya, bersama dengan binatang yang ditugaskan Tuhan untuk masuk secara berpasangan. Pintu bahtera ditutup, dan awan hitam menutupi langit, membawa hujan lebat ke bumi.

Selama empat puluh hari empat puluh malam, hujan turun tanpa henti, menutupi seluruh daratan dengan air. Namun di dalam bahtera, Nuh dan keluarganya aman dan terlindungi. Hewan-hewan juga aman di dalam bahtera, karena Tuhan menjaga mereka.

Setelah berhari-hari, hujan akhirnya berhenti, dan Nuh mengirim burung gagak dan burung merpati untuk mencari lahan kering. Akhirnya burung merpati itu kembali dengan dahan zaitun di paruhnya, menandakan bahwa bumi sedang muncul. Jadi Nuh tahu bahwa Tuhan telah memenuhi janjinya dan bahwa Bumi sudah siap untuk dihuni kembali.

Cerita-Alkitab-untuk-Anak_-Noah-Ark.jpg

Nuh, keluarganya, dan hewan-hewan meninggalkan bahtera dan mulai mengisi kembali Bumi. Nuh membangun altar dan mempersembahkan korban kepada Tuhan, berterima kasih atas kebaikan dan belas kasihannya. Tuhan berjanji kepada Nuh bahwa dia tidak akan pernah lagi menghancurkan bumi melalui banjir. Dia menempatkan pelangi di langit sebagai tanda janji itu, mengingatkan umat manusia akan cinta dan kesetiaannya.

Pelajaran untuk Hari Ini:

Kisah Bahtera Nuh memberi kita banyak pelajaran berharga untuk hari ini. Dia menunjukkan kepada kita pentingnya taat kepada Tuhan, bahkan ketika orang-orang di sekitar kita tidak mengerti atau mengolok-olok kita. Nuh menghadapi ejekan tetapi mempertahankan iman dan ketaatannya.

Selanjutnya, kisah Bahtera Nuh mengajarkan kita tentang kepedulian Tuhan terhadap makhluknya. Dia tidak hanya menyelamatkan Nuh dan keluarganya, tetapi dia juga memelihara hewan, menunjukkan kepada kita nilai dan pentingnya melindungi dan merawat alam dan hewan ciptaan Tuhan.

Kisah ini juga mengingatkan kita akan kesetiaan Tuhan dalam menepati janjinya. Sama seperti Tuhan memenuhi janjinya untuk menyelamatkan Nuh dan keluarganya, dia juga memenuhi janjinya dalam hidup kita. Kita dapat mempercayai Tuhan di tengah tantangan dan kesulitan, mengetahui bahwa Dia menyertai kita dan akan menepati janji-janji-Nya.

Kita dapat menerapkan pelajaran ini dalam kehidupan kita sehari-hari dengan mempraktekkan ketaatan kepada Tuhan, memelihara ciptaan dan memercayai janji-janji-Nya. Kita dapat mencintai dan menghormati semua ciptaan Tuhan, mempraktekkan kasih sayang dan pengampunan, dan hidup dengan prinsip keadilan dan kebenaran alkitabiah.

Kisah Bahtera Nuh adalah kisah yang penuh dengan harapan, cinta dan keselamatan. Dia mengilhami kita untuk memercayai Tuhan, peduli satu sama lain, dan hidup sesuai dengan ajarannya. Semoga kisah ini menyentuh hati anak-anak, menggerakkan mereka untuk mencari Tuhan dan menjalani hidup penuh iman, kasih dan ketaatan.

Share this article

Leave A Comment